Sebaik-baik Manusia Adalah Orang yang Bermanfaat Bagi Sesama (H.R Buchori Muslim)
“Hidup adalah perjalanan waktu dan perpindahan tempat. Kapan pun dan di mana pun kita berada, haruslah memberi manfaat bagi sesama, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Learn, Share, Success! (Muhammad Ali Murtadlo)”

Kamis, 08 Juli 2021

Lingkaran Kehidupan

Partner Kerja

Tanpa kita sadari, kehidupan sejatinya berjalan sesuai dengan lingkaran yang itu-itu saja. Keluarga, pertemanan, tetangga, rekan kerja dan sesekali mungkin akan menemui orang-orang baru.


Ketika menginjak remaja, lingkaran kehidupan kita mungkin lebih luas. Teman sekolah, teman kuliah, teman kerja dan sebagainya. Karena pada masa inilah, kita bisa leluasa melakukan apapun, bersama siapapun dan dapat bebas mencoba hal-hal baru.

 

Namun, seiring berjalannya waktu, lingkaran kehidupan itu akan mengerucut pada keluarga inti. Istri, anak dan orang tua kita lah sebagai lingkaran utama yang dapat mempengaruhi kualitas hidup yang kita jalani sehari-hari. Disadari atau tidak, lingkaran pertemanan kita sebelumnya, biasanya yang menjadi kunci kesuksesan.

 

Untuk itu, menjalin hubungan baik dengan lingkaran pertemanan, di manapun dan teman macam apapun itu, sangat penting sekali. Bisa jadi lewat merekalah garis kehidupan kita ditentukan.

 

Akhir-akhir ini saya sering mendengarkan podcast, video motivasi dan ceramah tentang apapun, utamanya yang mengenai hidup. Tentang hal-hal sederhana yang sebenarnya luar bisa jika kita mampu merenungi dan mengambil maknanya.

 

Youtube menyediakan semuanya. Saya biasa menyimak Channel TED dan TEDx Talks yang berisi pembicaraan tokoh-tokoh hebat dari berbagai negara, disampaikan dalam bermacam-macam bahasa dan beragam topik bahasan.

 

Dari situ saya menangkap beberapa hal.

 

Pertama, hidup ini sebenarnya sederhana sekali, pikiran kita saja yang membuatnya seolah-olah rumit. Cobalah sesekali berpikiran terbuka terhadap masalah yang menimpa hidup. Sadar bahwa semua orang pasti memiliki masalah kehidupannya masing-masing. Lalu mencoba mencari solusi dengan fokus pada bagaimana caranya mengatasi, bukan pada masalah itu sendiri. Karena selama ini, yang menjadi problem utama sebenarnya bukan pada masalahnya, tetapi dari cara kita menyelesaikan masalah tersebut.

 

Kedua, jangan pernah meremehkan lingkaran pertemanan. Karena lingkaran pertemanan itulah yang menjadikan kita bisa berpikiran luas. Bahwa hidup tak sesempit seputar apa yang pernah kita lihat. Hidup itu luas, justru sebagian besar adalah tentang banyak hal yang belum kita ketahui.

 

Ketiga, tujuan hidup sebenarnya bukan hanya untuk bahagia, tetapi juga harus bisa membahagiakan. Bahagia itu pasif, hasil dari berbagai faktor yang dapat mempengaruhi pikiran kita. Namun, membahagiakan itu hal lain. Perlu langkah aktif untuk bisa membuat bahagia orang lain. Bahagia dan membahagiakan.

 

Mudah-mudahan kita termasuk golongan yang meyakini dan bisa menikmati kesederhanaan hidup, berpikiran luas dan terbuka serta hidup bahagia dan membahagiakan. Amiin.

Sumber : http://alimurtadlo.dosen.iainponorogo.ac.id/lingkaran-kehidupan/

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India