Sebaik-baik Manusia Adalah Orang yang Bermanfaat Bagi Sesama (H.R Buchori Muslim)
“Hidup adalah perjalanan waktu dan perpindahan tempat. Kapan pun dan di mana pun kita berada, haruslah memberi manfaat bagi sesama, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Learn, Share, Success! (Muhammad Ali Murtadlo)”

Wednesday, 26 July 2017

Menyibukan Diri di Perpustakaan Daerah (PERPUSDA) Jawa Timur




Sejak beberapa minggu terakhir, saya menyibukan diri dengan pulang pergi ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) Jawa Timur. Selain karena kuliah belum masuk, saya bisa dengan nyaman membaca dan menulis. Perpustakaan ini mulai berbenah sejak diresmikan oleh Pakde Karwo, Gubernur Jatim, pada tahun 2014 silam. Saya baru akrab dengan perpustakaan ini selama liburan bulan puasa 2017. Sebelumnya tak pernah terfikirkan kalau ada perpustakaan yang nyaman seperti ini di Surabaya.

Semenjak kuliah di UIN Sunan Ampel Surabaya pada 2010, saya lebih sering berkunjung ke perpustakaan kampus daripada perpustakaan luar kampus. Saya fikir koleksi di perpustakaan lain bakal tak selengkap di perpustakaan UIN. Ternyata sangkaanku salah. Koleksi di perpustakaan daerah Jatim ternyata lebih lengkap. Deretan buku tentang kajian keislaman ada di sana. Mulai dari buku perkuliahan hingga buku isu-isu kontemporer. Buku tentang sejarah? Banyak. Novel? Tersedia. Dari novelnya Tere Liye, Tasaro GK hingga Pramoedya Ananta Toer banyak berjajar di rak. Bahkan koleksi referensi buku langka terjajar rapi di lantai 2. Buku kajian tokoh juga berjajar di koleksi 920 ke atas. Kalau mau mencari kajian tentang keislaman kunjungi saja rak dengan no. Panggil 297 pasti ketemu.

Sejak kedatangan pertama pada 15 Juni 2017, saya langsung ketagihan ingin selalu datang ke sana. Saya langsung mendaftar menjadi anggota dan memiliki kartu anggota. Untuk membuatnya pun cukup mudah dengan mengisi data pribadi di komputer yang sudah disediakan. Kita tinggal nulis kode dan nama. Petugas akan mempersilahkan kita duduk untuk difoto. 5 menit jadi dan gratis.

Di perpusda ini banyak juga pengunjungnya. Buka mulai dari pukul 08:00 hingga 19:00. Petugasnya pun juga ramah-ramah. Enak dan nyaman. Ruangannya ber-AC membuat suasana bikin betah. Dilengkapi dengan kamera tersembunyi (CCTV) menjadikan keamanan terjamin. Full wifi pula. Disediakan pula loker untuk menyimpan barang-barang serta tas jinjing kecil untuk membawa buku-buku. Sungguh nyaman dan menentramkan. Bagi yang hobi membaca pasti bakal ketagihan datang kemari. Selain itu ada ruangan khusus internet. Download film, lagu, buku, epaper mudah tinggal klik saja. Jika merasa lapar, ada kantin di lantai atas. Tapi menurut saya makanannya mahal-mahal. Jadi siap-siap saja merogoh kocek kalau berniat makan siang atau jajan di sana.

Yang paling memudahkan menurut saya adalah tidak ada aturan wajib bersepatu. Pakai sandal los. Mau ndlamak juga oke. Tapi berjaket dan bertopi tidak boleh. Jaket dan topi disuruh melepas dan ditaruh di loker. Kita diperbolehkan meminjam buku maksimal 2 buah buku. Jangka waktunya lumayan lama. 2 Minggu. Tidak ada sanksi uang keterlambatan. Sanksi keterlambatannya adalah dilarang meminjam buku selama hari terlambatnya kita mengembalikan buku. Contoh, kita lupa mengembalikan buku, padahal harus dikembalikan tanggal 23 Juli dan baru kita kembalikan 25 Juli. Maka kita tidak boleh pinjam buku selama 2 hari. Persis seperti kartu merah dalam permainan sepak bola. Ya kan?

Di perpusda ini lah terlahir tulisan-tulisanku yang dimuat di media. Karena tempatnya nyaman produktifitas menulis pun meningkat. Dengan berbekal notebook samsung keluaran 2013 saya menulis dengan PD dengan sesekali mencari referensi. (BTW notebook ini sudah menemani saya sekitar 4 tahun sejak 2013 lalu. Bandel dan tahan banting. Hehehe).

Mudah-mudahan di Malang juga ada perpustakaan yang representatif seperti ini, sehingga saya jadi betah berkunjung untuk membaca atau menulis. Sebenarnya di Malang juga ada perpustakaan kota. Tempatnya di samping bunderan Boulevard. Tapi saya belum pernah masuk. Mungkin besok saya coba masuk. Mudah-mudahan jadi kerasan.

Kembali ke Perpusda. Di sana juga ada mushola yang letaknya di belakang. Untuk menuju ke sana kita jarus keluar dulu lewat pintu depan lalu belok kiri lewat samping kiri. Saya biasanya sholat dhuhur di sana dan pulang setelah sholat asyar. Aktivitas seperti ini tentu tidak setiap hari dan seterusnya. Saya harus memulai aktivitas lain. Setelah kuliah masuk tentu akan sibuk dengan tugas kuliah di Malang. Mungkin ketika di Surabaya akan saya sempatkan mengunjunginya lagi.

Tunggu ya cerita selanjutnya. hehe
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India