Sebaik-baik Manusia Adalah Orang yang Bermanfaat Bagi Sesama (H.R Buchori Muslim)
“Hidup adalah perjalanan waktu dan perpindahan tempat. Kapan pun dan di mana pun kita berada, haruslah memberi manfaat bagi sesama, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Learn, Share, Success! (Muhammad Ali Murtadlo)”

Wednesday, 21 September 2011

Ospek Cerdas

Muhammad Ali Murtadlo
Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya
aldo_murtadlo@yahoo.com

Orientasi studi dan pengenalan kampus atau ospek perguruan tinggi telah dilaksanakan. Salah satunya di kampus IAIN Sunan Ampel Surabaya yang dikenal dengan Orientasi Studi Cinta Almamater dimulai sejak Selasa (13/09) hingga empat hari berikutnya. Ospek merupakan salah satu wahana membekali mahasiswa baru dengan dasar pengetahuan tentang dunia kampus. Dalam ospek setidaknya ada dua poin penting. Pertama, yang menyangkut dunia akademik. Kedua, tentang dunia organisasi di dalam kampus, termasuk sosialisasi Unit Kegiatan Mahasiswa.
Ospek merupakan tradisi turun-temurun, yang selain dinanti sekaligus dikhawatirkan oleh para mahasiswa baru. Mengingat, ospek terkadang banyak senior jahil dan bersikap sesuka hati. Salah satu contoh yang menakutkan adalah tindak kekerasan yang kerap dilakukan para senior kepada junior. Tak pelak, ospek menjadi menakutkan bagi mahasiswa baru. Itulah yang memunculkan anggapan bahwa ospek tidak mengenakkan dan identik dengan pembodohan semata.
Seiring dengan perkembangan zaman, mahasiswa kini menghadapi berbagai tantangan yang makin kompleks. Karena itu, ospek yang bersifat kreatif bagi pengembangan diri menjadi penting karena bisa mendorong pola pikir mahasiswa. Apa artinya ospek jika hanya berisi pengenalan dunia kampus, sehingga mahasiswa tak mampu membaca realitas sosial di masyarakat.
Ospek yang baik adalah kegiatan yang sesuai dengan namanya. Yaitu untuk mengenalkan dan mengorientasikan mahasiswa baru terhadap lingkungan kampus. Tidak boleh ada kekerasan, yang justru menjatuhkan mahasiswa baru, baik kekerasan fisik maupun mental. Sebaliknya, mereka perlu dibekali dengan pengetahuan dan kedekatan terhadap almamater demi menumbuhkan jiwa kemahasiswaan yang baik dan rasa sebagai bagian dari keluarga besar civitas akademika.
Hendaknya kegiatan ospek yang menyimpang dan penuh kekerasan tidak dilakukan lagi, dan diganti dengan kegiatan ospek yang bermanfaat bagi para mahasiswa. Karena itulah, ospek bisa dijadikan wahana yang tepat untuk memberikan pencerahan pada mahasiswa baru. Ospek yang mencerdaskan yakni yang bersifat edukatif. Bukan wahana balas dendam yang membuka peluang bagi mahasiswa senior untuk melakukan tindak kekerasan kepada juniornya atau mahasiswa baru.

dimuat di harian surya surabaya, Edisi Selasa 20 september 2011,,
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India