Sebaik-baik Manusia Adalah Orang yang Bermanfaat Bagi Sesama (H.R Buchori Muslim)
“Hidup adalah perjalanan waktu dan perpindahan tempat. Kapan pun dan di mana pun kita berada, haruslah memberi manfaat bagi sesama, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Learn, Share, Success! (Muhammad Ali Murtadlo)”

Tuesday, 29 January 2013

Mendongkrak Perekonomian Daerah Melalui Pabrik Gula


Oleh: Muhammad Ali Murtadlo*)

Suatu Negara dikatakan maju jika tingkat pertumbuhan ekonominya tinggi. Tingkat pertumbuhan ekonomi menjadi indikator bagi kemajuan suatu Negara. Semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonominya, semakin tinggilah prestice Negara tersebut di mata dunia. Dan sebutan Negara maju akan tersandang.
Tahun 2012 lalu, di tengah krisis yang melanda dunia, tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa dikatakan membanggakan. Indonesia mampu stabil dalam gejolak ekonomi yang sempat oleng gara-gara krisis yang melanda Yunani, Italia, Hongaria, termasuk Amerika Serikat. Tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu berada di angka 6,7 %. Jauh diatas pertumbuhan perekonomian dunia yang hanya 3,3% (World Economic Outlook: Oktober 2012). Di tahun 2013 diperkirakan tetap stabil, dan bahkan akan meningkat.
Peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut tidak lain adalah hasil dari peningkatan perekonomian daerah. Perekonomian daerah mempunyai andil cukup besar dalam peningkatan perekonomian nasional. Bahkan, pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur mencatatkan prestasi gemilang yakni mencapai angka 7,22%. Menurut data Berita Resmi Statistik No. 54/08/Th. XV, 6 Agustus 2012, Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan dan sektor pertanianlah yang mendominasi tingkat pertumbuhan perekonomian daerah tersebut. Salah satunya adalah industri gula.
Tidak dapat dipungkiri gula merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Setiap hari manusia pasti mengkonsumsi gula. Selain kebutuhan pasti, seperti makan nasi, gula menjadi kebutuhan vital yang tidak dapat ditunda. Misalnya, untuk membuat minuman atau sebagai bahan pendukung makanan, seperti sayur dan lauk-pauk lainnya. Belum lagi dalam dunia industri, gula menjadi bahan pokok untuk pemanis produksinya.
Data menunjukan bahwa kebutuhan gula nasional untuk konsumsi rumah tangga saja mencapai sekitar 2,97 juta ton Gula Kristal Putih (GKP) per tahun, atau sekitar 250 ton per bulan. Detilnya, konsumsi gula kristal putih (GKP) masyarakat Indonesia itu adalah 12 kg/perkapita/tahun (Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri: 2012). Jumlah ini pun sangat dimungkinkan mengalami kenaikan pada beberapa moment tertentu, seperti pada hari-hari besar keagamaan. Sebab, pada saat-saat itu konsumsi pasti meningkat. Maka dapat dipastikan, industri gula menjadi pemasok utama untuk kebutuhan gula.
Sedemikian banyaknya konsumsi masyarakat terhadap gula, menunjukan kebutuhan akan gula termasuk besar. Ini merupakan saatnya pabrik gula meningkatkan produksinya. Jangan sampai produksi gula malah melebihi konsumsi gula. Jangan sampai impor gula terjadi lagi. Kita sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan gula tanpa harus mengimpor dari luar negeri.

Peran PTPN X
Industri gula merupakan prospek cerah dalam peningkatan perekonomian daerah. Di Jawa timur terdapat sekitar 11 Pabrik Gula (PG) yang berada dalam penguasaan PTPN X. 11 PG itu mampu memberikan kontribusi besar terhadap produksi gula nasional. Pabrik-pabrik itu mampu menyuntik kebutuhan gula nasional hingga 45%-46,6%.
Selain itu, 11 PG yang dimiliki perseroan di kawasan Jawa Timur juga terbukti mampu menggairahkan ekonomi di daerah. Sedikitnya ada 71.691 petani tebu di lingkungan PG-PG milik PTPN X. Itu belum termasuk 12.000 karyawan PTPN X yang banyak dari penduduk setempat dan ratusan ribu tenaga kerja penunjang lainnya, seperti tenaga tebang, sopir truk pengangkut tebu, penjual makanan, dan sebagainya.
Apalagi PTPN X memiliki program yang sangat bermanfaat untuk peningkatan ekonomi daerah, yakni Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). PKBL diperuntukan untuk masyarakat sekitar agar dapat menjadi penunjang peningkatan ekonomi daerah. Program tersebut adalah program untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Tahun 2012 lalu, PTPN X mengelola dana PKBL sebesar Rp 450 miliar. Pada tahun 2013 ini, PKBL tersebut naik menjadi Rp 550 miliar. Dengan program itu, masyarakat sekitar akan kian terbantu dalam memenuhi kebutuhan ekonominya.
Dalam prakteknya, dana dari program PKBL tersebut memang sangat membantu masyarakat. Program PKBL dapat membantu petani dalam hal modal, peningkatan kualitas SDM, menguatkan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan mendorong kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat sekitar pabrik gula.
Adanya pabrik gula juga akan mendorong semangat kegiatan ekonomi daerah yang bersangkutan. Masyarakat sekitar pabrik dapat meningkatkan pendapatan. Pada musim giling misalnya, pabrik gula pasti membutuhkan banyak sekali tenaga. Baik sebagai tenaga tebang, sopir truck yang mengangkut tebu dari kebun ke lokasi pabrik, tenaga produksi, tenaga pembantu produksi, maupun tenaga pengangkut gula dari gudang ke truck (tengguluk). Selain itu, masyarakat sekitar juga ikut menikmati geliat ekonomi yang muncul di sekitar pabrik gula. Penjual-penjual yang berada di sekitar lahan panen akan mendapatkan pemasukan lebih banyak. Barang jualan mereka akan terjual laris karena banyak yang membutuhkan.
Dari ranah birokrasi, pabrik gula akan membayar pajak dan retribusi pada pemerintah daerah, maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan meningkat. Peningkatan besarnya pemasukan daerah ini akan berimbas pada pembangunan daerah, yang akhirnya akan kembali kepada kesejahteraan masyarakat juga.

Saatnya Melebarkan Sayap
Selama ini pabrik-pabrik gula kebanyakan berada di Jawa, khususnya di Jawa Timur. Kedepan, saatnya melebarkan sayap pembangunan pabrik-pabrik gula di luar Jawa. Ini merupakan sebuah solusi yang bisa ditempuh untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi di wilayah setempat, dan tentunya untuk mendongkrak perekonomian daerah tersebut. Dengan adanya pemerataan industri (pabrik) gula disetiap daerah, berarti ikut serta dalam peningkatan perekonomian daerah dan tentunya akan berimbas ke perekonomian nasional. Dan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional maka Indonesia akan menjadi Negara maju. Semoga !

*) Penulis adalah Aktivis Laskar Ambisius di AMBISI IAIN Sunan Ampel, sekaligus Guru di SMP Dharma Wanita Kota Surabaya.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India