Sebaik-baik Manusia Adalah Orang yang Bermanfaat Bagi Sesama (H.R Buchori Muslim)
“Hidup adalah perjalanan waktu dan perpindahan tempat. Kapan pun dan di mana pun kita berada, haruslah memberi manfaat bagi sesama, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Learn, Share, Success! (Muhammad Ali Murtadlo)”

Tuesday, 19 April 2016

Catatan Perjalanan Mora Nederlands Cursisten Universitas Indonesia (MNC UI): Pekan Kedelapan


Hari Ke-49 (Rabu, 27 Jan 16)
Aku berkenalan dengan mahasiswa India yang sedang mengikuti BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Namanya Chettan, dia mendapat beasiswa dari Kemendikbud, nama programnya Darmasiswa Beasiswa. Awal berkenalan ketika kami mengantri membeli makan siang di kantin FIB. Aku sempat melihat video profil UI dengan dia sebagai komentator dari mahasiswa asing.
Akhirnya kita tukeran no. Hp/WA, dan sampai sekarang kita saling berkomunikasi. Ini merupakan salah satu langkahku untuk membangun networking dengan mahasiswa International agar nanti dapat pula menjadi mahasiswa International di negeri orang.
Hari Ke-50 (Kamis, 28 Jan 16)
Sudah lama aku ingin hadir di acara Kick Andy, meski hanya sebagai audience. Hari ini kesampaian. Setelah kuliah selesai lebih awal, jam 15;00, kami ber-enam belas orang berangkat ke Studio Metro TV di Kebun Jeruk Jakarta, naik KRL sampai Rawa Buaya kemudian nyarter angkot sampai di depan kantor Metro. Acara typing dimulai pukul 19;00 dengan sebelumnya dikasih kotak berisi dua roti dan lemper. Foto-foto menjadi agenda wajib di setiap acara.
Kick Andy kali ini bertema profesi yang tak lazim. Ada tiga narasumber yang dihadirkan. Pertama adalah ahli Antropologi Forensik yang dapat mendeteksi orang dari tengkorak kepalanya. Seorang doktor lulusan luar negeri dan mengajar di UGM, Jogjakarta. Menarik yang disampaikan. Dia menjadi ahli pendeteksi korban berbagai kecelakan seperti jatuhnya pesawat Air Asia dan pesawat Boeing yang menabrak gunung salak di Bogor. Membuat aku tahu bahwa tubuh manusia itu unik, sempurna dan semua ada fungsinya. Sehingga benarlah apa yang difirmankan Allah bahwa Dia menciptakan sesuatu tak ada yang sia-sia.
 Kedua adalah pak Greg. Ahli silang menyilang dan mengawinkan tumbuhan. Banyak hasil karyanya yang berhasil menyilangkan berbagai macam tanaman. Bunga yang aneh hingga buah yang langka serta aneh pula. Narasumber kedua ini lucu banget. Gaya bicaranya seperti orang zaman dulu. Tak berjeda. Ketika host bertanya satu sudah dijelaskan semuanya. Sehingga membuat Pak Andy ketawa dan banyak membuat joke. Penonton juga demikian. Bahkan aku tak mampu menahan tawa dan berkali-kali kau tertawa terpingkal-pingkal.
Narasumber ketiga adalah perawat, penjaga dan peneliti hewan yang hampir punah. Harimau Sumatera. Seorang ibu yang menurutku cantik dan anggun itu memaparkan begitu besar kecintaanya kepada binatang terutama Harimau. Bahkan dia mengatur keberlangsungan reproduksi para harimau. Harimau harus jelas silsilahnya jadi perlu dicatat dalam database tersendiri. Dan sebagainya. Banyak yang dipaparkan. Aku tak ingat semua. Untuk lebih jelasnya saksikan di Metro TV Jumat tanggal 19 Februari pukul 20;00 dan Sabtu tanggal 21 Februari pukul 09;00 WIB. Aku udah tak sabar pengen menyaksikan.
Hari Ke-51 (Jumat, 29 Jan 16)
Lagi-lagi Toets. Apa yang aku tangkap dari pelajaran hidup hari ini adalah bahwa di manapun dan kapanpun kita berada, ujian akan selalu mendampingi. Entah ujian dalam arti untuk menuju jenjang berikutnya atau ujian untuk mengetahu kadar kesabaran dan keimanan kita terhadap hidup yang serba tak pasti. Dalam segala kesempatan aku selalu teringat dengan lyric lagu The Spirit Carries On dari Dream Theatre ‘Is anything certain in life?’ Tentu aku dibuat berpikir keras untuk menjawab. Aku nyerah ternyata memang tak ada yang pasti dalam hidup.
Hari Ke-52 (Sabtu, 30 Jan 16)
Minggu ini tak ada jalan-jalan. Aku menghabiskan waktu di kos. Menyempatkan diri membaca buku yang tergeletak di rak. Sore shooting mengenai vakantie yang ditugaskan oleh mevrouw Ida. Udah itu aja.
Hari Ke-53 (Minggu, 31 Jan 16)
Video mengenai vakantie dalam proses pengeditan. Bukan aku yang mengedit. Meski sebenarnya aku bisa tapi malas. Ya beginilah. Semua yang ada sudah diatur tugasnya masing-masing. Tugasku adalah belajar memaknai hidup dan terus berusaha memperbaiki diri dengan mengedit semua yang salah menjadi benar. Tak sadarkah kita bahwa sebenarnya kehidupan ini ibarat software dalam komputer. Sudah terinstal namun tak semua dapat digunakan. Semua hanya berfungsi sebagaimana tugasnya.
Hari Ke-54 (Senin, 01 Feb 16)
Hari ini aku bangun pagi, tapi tak sepagi hari-hari awal dulu. Pagi yang dulu adalah waktu sebelum shubuh sedangkan pagi sekarang setelahnya. Aku sudah jarang sholat malam seperti masa awal-awal datang ke Depok. Dorongan nafsu untuk tidur semakin membuncah. Apalagi kalau weekend. Pasti bangun kesiangan. Untungnya senin ini aku bangun agak pagi.
Kelas baru. Kami pindah di gedung 10. Tempatnya lumayan besar. Ruangannya berbeda dengan sebelumnya yang terkesan klasik. Gedung 10 bernuansa modern. Mengingatkanku dengan ruang 10 di gedung B Fakultas Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya. Dulu saya sering menempati ruang 10 sebagai tempat kuliah, praktikum dan seminar. Karena ruangannya sedikit agak luas dibanding ruangan lain.
Hari pertama di bulan Februari ini tampak lebih ceria. Seceria nama warung di Gang Pabrik Kulit Wonocolo yang biasa kau pesen nasi kepala. Warung Ceria.
Hari Ke-55 (Selasa, 02 Feb 16)
Apa yang hendak dibawa pulang ketika program ini usai itu adalah sesuatu yang mengganggu fikiranku. Atau setidaknya mau apa setelah 5 bulan kedepan. Mau tidak mau aku harus merencanakannya mulai dari sekarang. Tak harus muluk-muluk cukup dengan rencana sederhana yang dapat meyakinkan fikiran bahwa nanti aku pulang dengan membawa hal yang bermanfaat. Dus, rencana itu terlintas di kepala. Aku harus tetap optimis untuk melanjutkan kuliah S2 nantinya. Entah di dalam negeri, syukur-syukur dapat berangkat keluar negeri.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India