Sebaik-baik Manusia Adalah Orang yang Bermanfaat Bagi Sesama (H.R Buchori Muslim)
“Hidup adalah perjalanan waktu dan perpindahan tempat. Kapan pun dan di mana pun kita berada, haruslah memberi manfaat bagi sesama, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Learn, Share, Success! (Muhammad Ali Murtadlo)”

Minggu, 25 Maret 2012

Pengangguran Terdidik itu Semakin Bertambah Saja

Wisuda ke-67 IAIN Sunan Ampel Surabaya, Sabtu, 10 Maret 2012 lalu mengukuhkan 407 wisudawan dari jenjang S1, S2 sampai S3. Mereka resmi menyandang gelar akademis sebagai sarjana, magister, dan doktor.
Wisuda menjadi penanda seseorang sudah menyelesaikan proses pendidikannya. Pendidikan, sarana mentransformasi kehidupan kearah lebih baik. Pendidikan pun dijadikan standar stratifikasi sosial seseorang. Mereka yang berpendidikan akan mendapatkan penghormatan di mata publik, walaupun tidak memiliki kekayaan berlimpah. Dengan pendidikan yang lebih tinggi pula, seseorang akan mudah memeroleh pekerjaan, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan. Apalagi jika seseorang telah memeroleh gelar sarjana.
Seorang sarjana tentu lebih punya bekal ilmu dan pengetahuan luas. Lebih mantap dalam segi profesionalitas dan pengalaman serta memiliki jiwa kepemimpinan yang matang. Seharusnya sarjana mampu membebaskan dari belenggu pengangguran. Namun apa boleh dikata, realita di lapangan berkata sebaliknya. Pengangguran terdidik bagi para lulusan universitas sedikit banyak telah memperbesar angka pengangguran.
Data Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) pada 22 Maret 2010, mencatat jumlah sarjana (S1) yang masih menganggur (Februari 2007) sebanyak 409.900 orang. Setahun kemudian, bertambah menjadi 626.200 orang. Jika setiap tahun jumlah kenaikan rata-rata 216.300, kemungkinan pada Februari 2012 terdapat lebih dari 1 juta pengangguran terdidik di Indonesia.
Belum ditambah pengangguran lulusan Diploma. Dalam rentang waktu 2007-2010 saja tercatat peningkatan sebanyak 519.900 orang atau naik sekitar 57 persen. Di Jawa Timur misalnya, ada lebih dari 57 ribu orang dengan gelar sarjana menganggur, dari sekitar 1 juta orang yang mengganggur.
Penggangguran terdidik memang memperburuk wajah suram dunia pendidikan kita. Para lulusan yang diharapkan mampu meminimalisir pengangguran ternyata tidak mampu menjawab tantangan zaman. Akibatnya, pengangguran makin lama makin bertambah. Bahkan Indonesia mendapat ranking pertama di Asia dalam kategori jumlah pengangguran tertinggi.

(dimuat di Koran Surya Edisi 20 Maret 2012)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India