Sebaik-baik Manusia Adalah Orang yang Bermanfaat Bagi Sesama (H.R Buchori Muslim)
“Hidup adalah perjalanan waktu dan perpindahan tempat. Kapan pun dan di mana pun kita berada, haruslah memberi manfaat bagi sesama, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Learn, Share, Success! (Muhammad Ali Murtadlo)”

Senin, 27 Agustus 2012

Perlunya Pendidikan Iman dan Taqwa


Oleh: Muhammad Ali Murtadlo*)
Science without religion is lame, religion without science is blind”. (Ilmu tanpa agama adalah lumpuh, agama tanpa ilmu adalah buta). Pernyataan Albert Einstein ini ditulis dalam suratnya kepada filosuf Eric Gutkind, sebagai respon setelah menerima buku “Choose Life: The Biblical Call to Revolt”. Surat itu ditulis pada 3 Januari 1954, di Jerman, dan menjelaskan keyakinan pribadi Einstein tentang agama dan orang-orang Yahudi.
Jika kita renungkan quote yang dituturkan Einstein tersebut sejalan dengan apa yang terjadi sekarang. Dalam konteks zaman sekarang banyak orang pintar, jenius, berpendidikan tinggi, namun tidak diimbangi dengan akal budi yang tinggi. Sehingga banyak kita jumpai mereka yang mendapatkan jabatan tinggi di pekerjaannya tetapi masih melakukan korupsi.
Selain itu, banyak kita temui perbuatan yang dikategorikan sebagai ‘tingkah menyimpang’. Kalau kita mencermati media massa, beraneka ragam model ‘tingkah menyimpang’ terjadi hampir setiap hari. Bukan saja dilakukan oleh anak- anak dan remaja, tetapi juga oleh orang-orang tua yang bergelar akademik tertentu. Ada segerombolan pelajar yang berpesta sex bebas untuk merayakan kelulusan sekolah. Bahkan, berdasarkan penelitian terhadap pelajar SMP dan SMA di beberapa kota besar di Indonesia, ditemukan hampir 85 % telah melakukan hubungan sex di luar nikah. Hingga pesta miras dan narkoba oleh Afriyani Susati dan kawan-kawan, yang berakhir tragis menewaskan sembilan pejalan kaki di Tugu Tani, Jakarta.
Juga terlihat banyak pemuda bermabuk-mabukan dengan mengkonsumsi narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya. Kita juga tidak dapat menyangkal, bahwa para pemimpin kita banyak yang berbuat tidak terpuji. Misalnya kasus penyelewangan hukum oleh para mafia hukum sampai dengan tindak korupsi yang mustahil untuk diatasi, dan masih banyak lagi.
Mengapa ini semua bisa terjadi? Jawabannya adalah karena tidak adanya keseimbangan antara kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi (IPTEK) dengan penanaman Iman dan Taqwa (IMTAQ). Jiwa yang kosong akan Iman dan Taqwa cenderung melakukan perbuatan yang dilarang meskipun Ilmu dan Pengetahuan dikuasai.
Sekolah sebagai mini society memiliki peranan sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai IMTAQ kepada warganya. Artinya, penananam Iman dan Taqwa bukan hanya untuk siswa, tetapi juga Kepala Sekolah, Komite Sekolah, Guru, dan Karyawan lain. Artinya, penanaman Iman dan Taqwa merupakan investasi utama dalam membentuk pribadi-pribadi unggul yang cakap memimpin bangsa.

*)Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India