Hasil toets kedua dibagikan. Nilaiku merosot tajam dari yang toets
pertama 77,8 menjadi 57,8. Nilai seperti itu mendapatkan urutan ketiga setelah
Mas Dawam yang pakar Islam Nusantara itu urutan pertama dan Si Alan Nuari,
teman op de kamers-ku. Diam-diam dia memiliki kemampuan di atasku.
Minggu, 28 Februari 2016
Catatan Perjalanan Mora Nederlands Cursisten Universitas Indonesia (MNC UI): Pekan Kelima
Minggu, 21 Februari 2016
Catatan Perjalanan Mora Nederlands Cursisten Universitas Indonesia (MNC UI): Pekan Keempat
Hari Ke-22 (Kamis, 31 Des 15)
Hari ini merupakan hari terakhir di tahun 2015. Tentu, momen seperti ini hanya ada
sekali dalam setahun. Aku bersama teman-teman sesama peserta kursus memilih
Jakarta Kota Tua sebagai tempat menyaksikan malam pergantian tahun. KRL menjadi
andalan angkutan kami. Kalau mau ke Kota Tua tinggal naik KRL dari stasiun UI
dan turun stasiun terakhir Jakarta Kota.
Minggu, 14 Februari 2016
Catatan Perjalanan Mora Nederlands Cursisten Universitas Indonesia (MNC UI): Pekan Ketiga
Hari
Ke-15 (Kamis, 24 Des 15)

Rabu, 10 Februari 2016
Catatan Perjalanan Mora Nederlands Cursisten Universitas Indonesia (MNC UI): Pekan Kedua
Hari
Ke-8 (Kamis, 17 Des 15)
Selama berada di Jakarta, lebih tepatnya Depok aku bertekad akan
selalu bangun malam sebelum subuh untuk Sholat Malam dan berlanjut belajar
ringan bahasa belanda. Alhamdulillah, selama seminggu ini tekad itu terlaksana.
Meskipun malam ini, aku berada di kasur empuk para angota legislatif, Allah
masih berkenan untuk membangunkanku dan mengarahkanku ke tempat wudlu untuk
kemudian bersimpuh di hadapan-Nya. Diiringi hujan rintik-rintik yang kulihat
lewat jendela kamar, aku berusaha menghadapkan diri sepenuhnya kepada Ilahi
dengan harapan akan selalu mendapatkan ridlo dan pertolongan-Nya, kapanpun dan
dimanapun aku berada.
Selasa, 09 Februari 2016
Catatan Perjalanan Mora Nederlands Cursisten Universitas Indonesia (MNC UI): Pekan Pertama
Akhir tahun 2015 ini ditutup dengan banyak kejutan. Entah skenario apa yang Allah tetapkan dan hendak diaplikasikan di hari-hari dalam kehidupanku. Semenjak keinginan untuk melanjutkan kuliah keluar negeri terhenti lantaran tidak lolos seleksi LPDP pada bulan september lalu, saya merasa drop, kehilangan semangat hidup. Terlalu banyak fikiran yang bersemayam di otakku. Hingga aku merasa berkecil hati dan ingin mengubur dalam mimpi-mimpiku untuk kuliah keluar negeri.